Taman Nasional Alas Purwo

Selasa, 01 November 2011

Taman Nasional Alas Purwo (atau biasa disingkat Alas Purwo)terletak di ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten BanyuwangiJawa Timur. Bagi masyarakat sekitar, nama alas purwo memiliki arti sebagai hutan pertama, atau hutan tertua di Pulau Jawa. Oleh sebab itu,

tak heran bila masyarakat sekitar menganggap Alas Purwosebagai hutan keramat. Sehingga, selain
diminati sebagai tujuan wisata alam, kawasan Alas Purwo juga diyakini memiliki situs-situs yang

dianggap mistis yang menjadi magnet bagi para peziarah untuk melakukan berbagai ritual di hutan ini.
Taman nasional yang diresmikan melalui SK Menteri Kehutanan No. 283/Kpts-II/92 ini merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah di Pulau Jawa. Ketinggiannya berada pada kisaran 0—322 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan topografi datar, bergelombang ringan, dengan puncak tertinggi di Gunung Lingga Manis (322 meter dpl).

Berdasarkan ekosistemnya, tipe-tipe hutan di Taman Nasional Alas Purwo dapat dibagi menjadi hutan bambu, hutan pantai, hutan bakau/mangrove, hutan tanaman, hutan alam, dan padang penggembalaan (Feeding Ground). Jika diamati sekilas, dari luas lahan sekitar 43.420 hektar, taman nasional ini didominasi oleh hutan bambu, yang menempati areal sekitar 40 % dari seluruh area yang ada.
Secara umum, keadaan tanah di taman ini sebagian besar adalah tanah liat berpasir, sedangkan sebagian kecil lainnya berupa tanah lempung. Curah hujan per tahun rata-rata berkisar antara 1.000—1.500 mm dengan temperatur antara 27°-30° C, dan kelembaban udara antara 40—85 %. Biasanya, musim kemarau terjadi pada bulan April sampai Oktober, sementara musim penghujan
terjadi sebaliknya, yaitu pada bulan Oktober
asa
B. Keistimewaan

Taman Nasional Alas Purwo sangat tepat bagi para pelancong yang gemar menjelajahi hutan, mengamati tumbuhan dan satwa liar, atau penggemar wisata pantai, penikmat selancar air (surfing), atau mereka yang menyukai wisata ziarah. Taman Nasional Alas Purwo memang memiliki hutan yang masih alami, beberapa pantai dan teluk yang indah, serta situs-situs mistis yang kerap menjadi lokasi bersemedi atau tirakat masyarakat setempat dan para pendatang.
Mengunjungi Taman Nasional Alas Purwo, wisatawan dapat mengamati kekayaan flora dan fauna yang ada. Taman nasional ini memiliki setidaknya 13 jenis bambu dan 548 jenis tumbuhan lain yang terdiri dari rumput, herba, semak, liana, dan pohon. Tumbuhan khas dan endemik yang terdapat di taman nasional ini yaitu sawo kecik dan bambu manggong .

Tumbuhan lainnya adalah ketapang , nyamplung , kepuh , dan keben .

Kondisi alamnya yang masih alami membuat Taman Nasional Alas Purwo menjadi habitat yang
cocok bagi berbagai satwa liar, seperti lutung budeng , banteng , ajag rusa , macan tutul
, kucing bakau , serta burung merak
dan ayam hutan . Tak hanya satwa darat, satwa air yang langka dan
dilindungi seperti penyu lekang , penyu belimbing (dermochelys coriacea),
penyu sisik , serta penyu hijau juga menjadi penghuni di
pantai selatan taman nasional ini (Pantai Ngagelan).


C. Lokasi

Taman Nasional Alas Purwo terletak di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi,Jawa Timur
D. Akses

Kota Banyuwangi terletak sekitar 290 km arah timur KotaSurabaya (Ibu Kota Provinsi Jawa Timur) dan dapat ditempuh dengan bus atau kereta api. Sementara dari Pulau Bali,Banyuwangi terletak sekitar 10 km arah barat yang hanya dipisahkan oleh Selat Bali. Untuk menyeberang ke Banyuwangi, wisatawan dapat memanfaatkan jasa Kapal Ferry dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang.

Dari Kota BanyuwangiTaman Nasional Alas Purwo, dapat dicapai dengan menggunakan mobil sewaan (carter mobil Colt) menuju Pasar Anyar dengan jarak tempuh sekitar 65 km. Dari Pasar Anyar wisatawan dapat menyewa truk atau ojek menuju pos pintu utama di Rawa Bendo. Untuk jasa ojek, wisatawan harus membayar sektar Rp 20.000 menuju Rawa Bendo (Januari 2009). Wisatawan yang ingin memasuki kawasan Taman Nasional Alas Purwo biasanya diwajibkan mendaftarkan diri serta membayar tiket di Pos Rawa Bendo ini. Dari Rawa Bendo, wisatawan dapat memulai penjelajahan hutan, mengunjungi situs-situs ziarah, atau langsung menuju obyek wisata pantai, seperti Segara Anakan, Pantai Trianggulasi, Pantai Ngagelan, serta lokasi surfing di Pantai Plengkung.

E. Harga Tiket

Untuk masuk ke Taman Nasional Alas Purwo pengunjung harus membayar tiket masuk di Pos Rawa Bendo. Pembayaran tiket masuk dibedakan menurut pekerjaan/profesi pengunjung. Besaran harga tiket masih dalam konfirmasi.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Kawasan Taman Nasional Alas Purwo telah dilengkapi fasilitas pemandu, yaitu para Jagawana (penjaga hutan) atau asisten Jagawana yang dapat dimintai bantuan untuk memandu penjelajahan. Untuk jasa pemandu ini, wisatawan harus merogoh kocek antara Rp 75.000 sampai Rp 150.000 per hari. Di kantor pengawasan taman nasional juga terdapat beberapa mobil Jeep untuk patroli serta sepeda motor trail yang dapat disewa untuk keperluan penjelajahan. Apabila membawa kendaraan pribadi, wisatawan juga dijamin tidak akan kesasar menyusuri hutan karena telah dilengkapi papan-papan petunjuk menuju berbagai obyek wisata di dalam taman nasional ini. Papan petunjuk tersebut juga dilengkapi keterangan jarak yang harus ditempuh (berapa kilometer), serta sarana menuju lokasi (misalnya dapat ditempuh dengan mobil, sepeda motor, atau jalan kaki).

Salah satu papan petunjuk di Taman Nasional Alas Purwo

Selain memiliki beberapa lokasi perkemahan, di beberapa pantai seperti di Pantai Trianggulasi dan kawasan Plengkung atau G-Land juga telah tersedia penginapan. Bahkan di kawasan G-Land saat ini telah memiliki beberapa cottage bagi para peselancar yang dibangun dengan nuansa yang alami dan menyatu dengan alam. Bahan-bahan bangunannya misalnya terdiri dari kayu, bambu, dan tali-temali dari ijuk. Tak hanya itu, suasana alami juga terlihat dari lampu minyak tanah yang dipakai, serta ruang tidur yang menyerupai gerobak sapi tempo dulu. Dengan kelebihan-kelebihan tersebut, Penginapan yang diperuntukkan bagi para peselancar dunia ini dihargai sekitar 30 US Dollar per malam. Jika Anda menginginkan penginapan yang lebih sederhana, terdapat beberapa wisma tamu di Pos Rawa Bendo seharga Rp 100.000 per malam. Selain itu, di sekitar Pos Rawa Bendo juga terdapat beberapa warung makan (Januari 2009).

Wisata Indonesia Surga Dunia
Bagi wisatawan yang memerlukan informasi lebih rinci dapat menghubungi kantor Balai Taman Nasional Alas Purwo, di Jalan Achmad Yani no. 108 Banyuwangi 68416, Jawa Timur. Anda juga dapat menghubungi kantor tersebut melalui saluran

PULAU MERAH BANYUWANGI

PULAU MERAH BANYUWANGI
BANYUWANGI - Pulau Merah adalah sebuah pulau berbentuk bukit kecil dekat pantai dengan pantai berpasir putih sepanjang kurang lebih 3 km.

Pantai Pulau Merah terletak sekitar 60 kilometer dari Kota Banyuwangi ke arah selatan. Perjalanan yang membutuhkan waktu dua setengah jam.

Sebagian kawasan pantai Pulau Merah berada di kaki Gunung Tumpang Pitu, yang menjulang ratusan meter, yang juga merupakan kawasan hutan lindung
Pantai Pulau Merah juga memiliki ombak yang bagus untuk surfing. Ketika laut surut, para pengunjung dapat mengunjungi tempat ini dengan berjalan kaki menikmati eunikan berupa gunung kecil yang berada ditengah pantai yang warna tanahnya berwarna merah, karena itu dinamakan pantai Pulau Merah

Di sebelah timur pantai terdapat pegunungan, yang konon kabarnya mempunyai kekayaan alam yang tersembunyi. ke sebelah selatan pulau kita dapat menikmati indahnya sunset di sore hari. +- 50 meter ke barat terdapat pelabuhan pelelangan ikan yang cukup besar.

Pantai pancer pada tahun 1996 pernah terjadi bencana alam yang sangat besar yaitu Tsunami, Tak sedikit warga pantai Pulau Merah yang menjadi korban saat itu, namun,  keindahan pulau merah kembali pulih dengan ciri khasnya yang mungkin satu-satunya di banyuwangi.

Di area ini, dekat dengan pantai, ada pura yang biasanya digunakan sebagai tempat untuk penyelenggaraan upacara Mekiyis, yang dilaksanakan setiap tahunnya oleh umat Hindu. 

G-LAND BANYUWANGI


G-LAND BANYUWANGI















pantai Plengkung atau sering disebut G-Land di Banyuwangi memiliki ombak yang sangat dasyat sehingga cocok untuk turis yang suka selancar
Banyuwangi merupakan kabupaten yang terletak di ujung paling timur Propinsi Jatim.
Di sebelah utara berbatasan dengan Situbondo,
sebelah barat berbatasan dengan Jember dan Bondowoso,
sebelah timur Selat Bali dan di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Hindia.














Banyuwangi memiliki keragaman pemandangan alam, kekayaan seni dan budaya
serta adat tradisi.















Banyuwangi akan menjadi saingan berat pariwisata bagi Bali.
Segitiga Berlian yang merupakan ikon pariwisata itu tidak ditemukan
keberadaannya di daerah lain dan akan menjadi daerah tujuan wisata nasional
Pantai Plengkung yang dikenal sebagai pantai terbaik untuk surfing (olahraga selancar air)
di dunia. Nama Plengkung juga sering disebut G-Land, huruf G berasal dari kata Grajagan-
nama dari sebuah teluk yang memiliki ombak besar. Plengkung dikelilingi oleh hutan
hujan tropis yang masih alami.

Pantai Plengkung (Banyuwangi, Jawa Timur) ... memiliki panorama ... selancar air
(surfing) tingkat internasional


G-Land Surfing Indonesia
How to get there?
  1. From Bamyuwangi to Kalipahit (35 km) by bus, Kalipahit to Pasaranyar (3 km) rent a car or motorcycle, Pasaranyar to Trianggulasi (12 km) by car, Trianggulasi – Pancur – Plengkung (7 km).
  2. Banyuwangi – Benculuk (35 km) by bus, Benculuk – Grajagan (18 km) by bus, Grajakan – Plengkung by speed boat.
G-Land Surfing Indonesia

Pantai Grajagan

Pantai Grajagan terletak kurang lebih52 km ke arah selatan dari Kota Banyuwangi.Jawa Timur. Posisi pantainya yang strategis membuatnya menjadi pintu gerbang menuju ke Plengkung. Disekitar Pantai Grajagan banyak terdapat goa buatan yang terletak pada ketinggian sehingga kita dapat mengawasi seluruh kawasan.
Sepanjang pantai selatan Banyuwangi memang menjanjikan keindahan alamnya yang tiada tara terutama deretan gunung-gunung, perkebunan, pantai, dan lautan yang terbentang luas dari hamparan Samudera Hindia. Diantaranya pantai Grajagan,Plengkung dan pantai lainnya yang ada di TN Alas Purwo.

Grajagan sangat ideal sebagai tempat transit atau sebagai pintu gerbang untuk menuju ke pantai Plengkung. Disamping lokasinya tidak terlalu jauh untuk menuju ke TN Alas PurwoGrajagan juga sangat indah dan jauh dari kebisingan kota.

Dari Grajagan untuk menuju ke Plengkung dibutuhkan waktu sekitar dua jam dengan menyusuri pantai menggunakan perahu sewa, perjalanan itu ternyata hampir sama bila kita menggunakan mobil dengan melewati jalan darat. Hal itu disebabkan jalan makadam menuju ke TN Alas Purwo, kondisinya sangat buruk sekali.
Grajagan dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin melancong ke TN Alas Purwodengan menggunakan perahu. Kawasan seluas 314 hektar ini berada di hutan KPHBanyuwangi Selatan, tepatnya di petak 111 BKPH Curahjati atau secara administratif pemerintahan terletak di desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi.

Wanawisata ini dikelola oleh Kesatuan Bisnis Mandiri – Wisata, Benih dan Usaha lainnya (KBM-WBU) Perum Perhutani Unit II Jawa Timur Di Wanawisata Grajagan, juga tersedia fasilitas berupa penginapan. Pengunjung yang ingin bermalam untuk menikmati keheningan alam dengan paduan deburan ombak yang menggebu tidak perlu khawatir, dilokasi wisata ini terdapat 10 kamar dan 2 rumah berbentuk bungalow yang menghadap kearah laut.

Tarifnyapun sangat variartif dan terjangkau antara 100 ribu – 150 ribu. Pelayanan di Wanawisata ini juga non stop selama 24 jam. Tetapi wisatawan yang datang di tempat ini kebanyakan hanya wisatawan lokal, jarang sekali turis bermalam disini, Namun demikian tempat ini tetap layak untuk dijadikan sebagai tempat transit bagi turis yang ingin ke Taman Nasional Alas Purwo, imbuhnya.Wanawisata Grajagan ini umumnya hanya rame dikunjungi pada hari libur saja, selain bisa menikmati keindahan pantai dengan paduan hutan ini,

pengunjung dapat menyaksikan langsung aktifitas nelayan pada pagi hari saat berangkat mencari ikan dan menurunkan ikan hasil tangkapannya. Pemandangan lain yang bisa dinikmati disinimelihat deburan ombak laut lepas dari atas shelter dan tiga gua Jepang yang menghadap kearah laut selatan, yang merupakan peninggalan tentara Jepang pada masa perang dunia kedua. Untuk menuju lokasi ini sangat mudah, jalannya sudah beraspal dan dapat ditempuh menggunakan mobil pribadi atau kendaraan umum hingga ke lokasi. Jika naik kendaraan umum dari arah Kota Banyuwangi bisa naik bus jurusan Jember atau sebaliknya, dan turun di Benculuk, dari Benculuk perjalanan dilanjutkan naik angkutan pedesaan sekitar 12 Km menuju.Pantai Grajagan.

Perjalanan yang menarik dari Grajagan ke Alas Purwo adalah menggunakan perahu sewa, utamanya menuju ke pantai Ngagelan yang merupakan tempat penangkaran penyu belimbing, abu-abu dan hijau. Tiap malam petugas disini selalu mencari telur penyu untuk ditetaskan, wisatawan yang sudah sampai di Ngagelan ini bisa melepas langsung penyu yang sudah siap dan waktunya dilepas ke laut lepas setiap saat. 

Desa Wisata Mangrove Bedul, Banyuwangi


 
Bedul, nama tempat wisata baru-baru ini yang berada di Banyuwangi Selatan, tepatnya di Dusun Bloksolo, Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo. Kawasan wisata Mangrove ini tergolong masih baru, karena baru dibuka. tepatnya sebelum Hari Raya Idul Fitri 2009 lalu walaupun belum dibuka secara resmi.
Kawasan wisata Bedul menawarkan wisata hutan mangrove yang masih alami. Untuk menuju ke Bedul, dari pusat Kota Banyuwangi anda bisa menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, baik menggunakan mobil atau motor, untuk rutenya sendiri dari Kota Banyuwangi anda bisa ke arah Rogojampi lalu Srono, melewati kota ikan Muncar, Pasar Sumberayu, Tegaldlimo, Jatirejo, Curah Jati dan akan baru sampai di pasar Sumberasri.

Selamat Datang di Bedul
Selamat Datang di Bedul
Melewati persawahan
Melewati persawahan
Melewati persawahan
Melewati persawahan
Melewati hutan jati
Melewati hutan jati
Dari pasar sumberasri anda ke arah Selatan mengikuti jalan yang sudah di aspal berjarak sekitar 8 Km. Sepanjang perjalanan anda akan  melewati hijaunya areal persawahan. Dan melewati Sedikit Hutan jati yang sudah gundul akibat penebangan membabi buta yang dilakukan oleh warga sekitar.
Untuk Mengelilingi Mangrove ini anda tidak perlu merogoh kocek terlalu banyak. Cukup Limabelas ribu saja untuk mengelilinginya dengan menggunakan perahu bersama dengan penumpang lain. Kapal-kapal ini bisa memuat sekitar 10 hingga 15 orang untuk sekali jalan. Walaupun udara di sini panas, namun menikmati hutan mangrove sembari diterpa sepoinya angin laut membuat panas yang menyengat tidak begitu terasa.
Naik perahu yuk
Naik perahu yuk
Hutan mangrove
Hutan mangrove
Mendung di Bedul
Mendung di Bedul
Indahnya mangrove
Indahnya mangrove
Indahnya laut Bedul
Indahnya laut Bedul
Santai di perahu
Santai di perahu
Perahu cepat
Perahu cepat
Perahu Bedul Raya
Perahu Bedul Raya
Waktu terbaik untuk menikmati Bedul adalah pagi hari, dimana udara masih belum begitu panas. Selain itu kicauan berbagai jenis burung yang terbang bebas membuat suasana pagi begitu sempurna di Bedul. 

info by : http://www.mlancong.com

Purwoharjo, Banyuwangi

Purwoharjo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, INDONESIA.

Ada 8 desa yang terletak di kecamatan Purwoharjo, yaitu:

  • Bulurejo
  • Glagah Agung
  • Grajagan
  • Karetan
  • Kradenan
  • Purwoharjo
  • Sidorejo
  • Sumbersari



Purwoharjo

Locator Kecamatan Purwaharja ing Kabupaten Banyuwangi.png























Peta lokasi Kecamatan Purwoharjo